Nabire, Papua Tengah. Semangat anak muda Papua dalam menjaga lingkungan kembali terlihat di kawasan pesisir Kampung Sawado Kuma, Distrik Nabire Timur. Adalah Jerry Oliver Simunapendi, koordinator aksi penghijauan, yang menggerakkan penanaman pohon bersama Jemaat GKI Paulus Sawado Kuma, Klasis GKI Nabire Timur, sebagai upaya mencegah abrasi pantai sekaligus mengampanyekan pentingnya pelestarian lingkungan, Jumat (3/7/2026).
Di bawah koordinasi Jerry, kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, yang menyerahkan 280 bibit pohon untuk ditanam di sepanjang kawasan pesisir.
Adapun bibit yang ditanam terdiri atas 60 bibit trembesi, 50 bibit pinang, 60 bibit pucuk merah, 60 bibit kayu besi, dan 50 bibit Barringtonia asiatica (pohon keben), yang dinilai memiliki fungsi ekologis dalam memperkuat kawasan pesisir dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Aksi penghijauan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya Jemaat GKI Paulus Nabire Timur, pegawai Dinas Pertambangan Provinsi Papua Tengah, EcoNusa, Friends Belanda, serta didukung sejumlah mitra, yaitu DLHKP Provinsi Papua Tengah, Klasis GKI Nabire Timur (Urusan Kasih dan Keadilan), Alumni SIYLEP Papua dan Papua Tengah, serta SAPA Foundation.
Sebelum penanaman dimulai, Ketua Klasis GKI Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, S.Si.Theol., secara resmi membuka kegiatan melalui doa bersama, sekaligus menerima secara simbolis bibit pohon yang diserahkan oleh Jerry bersama para relawan muda.
Bagi Jerry, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata anak muda untuk mengurangi dampak abrasi dan deforestasi yang semakin mengancam wilayah pesisir.
"Hari ini kami bersama Jemaat GKI Paulus Nabire Timur berhasil melaksanakan aksi penanaman 280 bibit pohon yang didukung penuh oleh DLHKP Provinsi Papua Tengah. Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya deforestasi dan pentingnya reboisasi sebagai solusi menjaga kelestarian lingkungan," ujar Jerry.
Menurutnya, gerakan penghijauan harus dimulai dari lingkungan terdekat agar menjadi kebiasaan bersama, terutama di kalangan generasi muda.
"Kami sadar jumlah pohon yang ditanam hari ini belum mampu memulihkan kawasan hutan secara menyeluruh. Namun, langkah kecil yang dimulai dari pekarangan rumah, kawasan pantai, hingga lingkungan sekolah akan menjadi awal yang baik untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan," katanya.
Jerry menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan generasi muda Papua agar terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan. Ia berkomitmen melanjutkan kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah, gereja, komunitas, dan masyarakat dalam setiap aksi.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak muda Papua mampu menjadi penggerak perubahan. Kami mengucapkan terima kasih kepada DLHKP Provinsi Papua Tengah atas dukungan bibit pohon, serta seluruh mitra yang telah berjalan bersama kami. Ke depan, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat agar gerakan menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama," tambahnya.
Sementara itu, Pdt. Karolina Ayomi, S.Si.Theol., dari Klasis GKI Nabire Timur Bidang Kasih dan Keadilan, menyampaikan apresiasi kepada Jerry dan seluruh relawan muda yang telah hadir melaksanakan aksi penghijauan di Kampung Sawado Kuma.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Jerry dan seluruh rekan muda yang telah bergabung dalam aksi penanaman pohon ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi wilayah pesisir yang selama ini mengalami abrasi, penebangan pohon, dan kerusakan lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk kebersamaan dalam merawat ciptaan Tuhan," ungkapnya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda melalui kolaborasi antara gereja, komunitas, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan di Papua Tengah.
"Lingkungan yang sehat adalah warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, kami berharap semangat kebersamaan yang terbangun hari ini dapat terus dipelihara sehingga gerakan pelestarian lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan saja," katanya.
Jerry juga mengungkapkan bahwa aksi penghijauan ini merupakan bagian dari gerakan lingkungan yang akan terus dilakukan sepanjang tahun. Dalam waktu dekat, ia kembali berkolaborasi dengan Klasis GKI Nabire Timur dalam aksi penanaman pohon memperingati Hari Disabilitas, yang bertepatan dengan peringatan hari jadi pertama kegiatan tersebut pada tanggal 29 mendatang.
Melalui kegiatan ini, Jerry berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat dukungan terhadap program rehabilitasi hutan dan kawasan pesisir melalui penyediaan bibit, pendampingan, serta kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan.
Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya kaum muda, untuk aktif menjaga pohon yang telah ditanam dan menghentikan praktik penebangan liar maupun aktivitas yang berpotensi merusak kawasan pesisir.
"Deforestasi bukan hanya menjadi persoalan pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan ancaman bagi seluruh masyarakat. Dampaknya dirasakan bersama, mulai dari abrasi pantai, hilangnya sumber air, meningkatnya risiko bencana, hingga perubahan iklim. Karena itu, upaya menjaga hutan dan pesisir harus dilakukan secara kolaboratif agar lingkungan tetap lestari bagi generasi yang akan datang," tutup Jerry.
Tambahkan Komentar Baru