NABIRE
– Yayasan Mutiara Hitam Papua (Black Pearl Papua Foundation) bersama Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah membuka Training of Trainers
(ToT) bagi para tutor yang akan melatih 90 guru Bahasa Inggris di Kabupaten
Nabire, Paniai, dan Mimika, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah
nyata mendukung visi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., yang menempatkan
pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
ToT tersebut merupakan tahap persiapan Program
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bahasa Inggris bagi Guru di Kabupaten Nabire,
Paniai, dan Mimika, Tahun Anggaran 2026. Pembukaan berlangsung secara daring
melalui Zoom Meeting pukul 14.00 WIT, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia
Raya dan doa bersama yang dipimpin oleh Lina dari BPEC–Yayasan Mutiara Hitam
Papua.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi
Data dan Informasi pada Bidang Pengelolaan Data dan Pembiayaan Pendidikan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Yuly Yasmin Tecuari, S.Si.,
M.M., yang hadir mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Yuly menegaskan bahwa
keberhasilan program menuntut kerja sama semua pihak. Menurutnya, mitra
pelaksana, para tutor, serta guru-guru Bahasa Inggris di Nabire, Paniai, dan
Mimika memegang peran kunci.
Program ini sejalan dengan arah pembangunan
Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos., M.Si. Pemerintah
Provinsi Papua Tengah menetapkan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas
utama visi pembangunan 2025–2029, untuk mewujudkan Papua Tengah yang maju,
mandiri, dan berdaya saing melalui penguatan kualitas manusia Papua.
Sejak awal masa jabatannya, Gubernur Meki Nawipa
telah meluncurkan sejumlah kebijakan pendidikan, antara lain program pendidikan
gratis, Sekolah Sepanjang Hari (SSH), serta perekrutan guru untuk daerah
terluar, terjauh, dan tertinggal (3T).
“Tugas kita hari ini adalah menaruh fondasi
pendidikan di Papua Tengah. Generasi penerus harus dipersiapkan melalui program
pendidikan berkualitas,” kata Gubernur Meki Nawipa saat meluncurkan program SSH
di Nabire, November 2025.
Yayasan Mutiara Hitam Papua menyampaikan terima
kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah atas
kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Yayasan menilai program ini sebagai
wujud komitmen mendukung visi dan misi Gubernur Papua Tengah, khususnya dalam
meningkatkan kualitas guru dan mutu pembelajaran bagi anak-anak Papua Tengah.
Ketua Pembina Yayasan, Mr. Fred, turut memberikan sambutan secara daring dari
Australia.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi orientasi program oleh Pengawas Yayasan Mutiara Hitam Papua, Rode Kafiar, S.Pd.K., M.KP. Materi ini mencakup sasaran 90 guru di tiga kabupaten serta peran dan tanggung jawab tutor sebagai pendamping.

ToT berlangsung selama tiga hari, 1–3 Oktober
2026, dengan total 12 jam pelajaran. Pesertanya adalah para tutor dan pengajar
yayasan yang tergabung dalam Black Pearl English Academy (BPEA) dan Black Pearl
English Center (BPEC).
Hampir semua tutor merupakan putra-putri asli
Papua, lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Pemahaman mereka
terhadap budaya, bahasa, dan kondisi masyarakat setempat diharapkan membuat
pendampingan lebih dekat dengan guru dan sesuai konteks Papua Tengah.
Selain itu, para tutor dibimbing oleh Teacher
Trainer sekaligus English Instructor Ketut Sri Handayani yang
membawakan materi metodologi dan pembelajaran profesional, serta Lina dari
BPEC–Yayasan Mutiara Hitam Papua yang membawakan materi pembelajaran
kontekstual Papua Tengah.
Pada hari pertama, selain orientasi program,
tutor menerima materi cara mengaitkan pelajaran Bahasa Inggris dengan budaya,
lingkungan, dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Hari kedua membahas
dasar-dasar pengajaran efektif, penyusunan rencana pembelajaran, warmers and
fillers, pengajaran kosakata dan speaking, serta metodologi
pengajaran.
Hari ketiga diisi simulasi microteaching
di breakout room dengan umpan balik langsung dari narasumber, serta
panduan penerapan modul English for Teachers. Rangkaian ToT ditutup
dengan tes akhir, evaluasi penyelenggaraan, dan pengumuman e-sertifikat bagi
tutor.
Setelah ToT, para tutor akan mendampingi 90 guru
Bahasa Inggris jenjang SD, SMP, dan SMK di tiga kabupaten tersebut. Pelatihan
utama berlangsung pada 5 Oktober hingga 16 Desember 2026 dengan total 264 jam
pelajaran.
Pelatihan digelar secara hibrid, daring dan
tatap muka. Agar tidak mengganggu jam mengajar, tim tutor akan mendatangi guru
langsung di sekolah dengan jadwal yang fleksibel. Jumlah jam pelatihan yang
diikuti juga diharapkan dapat membantu guru dalam proses sertifikasi.
Yayasan Mutiara Hitam Papua menyatakan
komitmennya untuk terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan visi
dan misi Gubernur Meki Nawipa di bidang pendidikan. Yayasan meyakini guru yang
kompeten merupakan kunci lahirnya generasi Papua Tengah yang cerdas, berdaya
saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Yayasan berharap program ini dapat berlanjut dan
menjangkau lebih banyak guru di seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Tambahkan Komentar Baru