Jayapura, 26 Januari 2026 — Yayasan Mutiara Hitam Papua (YMHP) bersama Sinode GKI di Tanah Papua mengadakan pertemuan di Kantor Sinode GKI untuk mengevaluasi program Bahasa Inggris yang telah berjalan di 14 klasis serta membahas rencana strategis pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua ke depan.

Pertemuan ini menyoroti tantangan koordinasi antar-klasis yang masih perlu ditingkatkan. Sebagai langkah strategis, disepakati bahwa laporan perkembangan setiap kelas akan dilaporkan secara teratur baik kepada Klasis maupun Sinode GKI, sehingga sistem monitoring dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Direktur YMHP, Fred Bundah, menegaskan bahwa fokus yayasan tidak hanya pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga pada pengembangan SDM Papua untuk menekan angka pengangguran. “Selain program Bahasa Inggris, YMHP juga berfokus pada peningkatan SDM Papua untuk mengurangi angka pengangguran. Beberapa program akan dikembangkan bersama Sinode GKI di Tanah Papua,” ujarnya.

Rencana Strategis Tahun 2026
Penambahan kelas Bahasa Inggris di Klasis Sorong, Waropen, Tambrauw, dan kemungkinan Sarmi Barat.

Pelatihan bisnis dan entrepreneurship serta penyediaan modal usaha bagi peserta.

Pelatihan komputer untuk meningkatkan keterampilan digital.

Mendorong anak-anak Papua mengikuti program Working for Holiday Visa (WHV) di Australia.


Pembukaan Black Pearl English Academy (BPEA) di Sorong, dengan program Bahasa Inggris level pre-intermediate hingga advance, guna mempersiapkan anak-anak Papua bersaing dalam memperoleh beasiswa dan melanjutkan studi ke luar negeri tanpa harus keluar Papua untuk kursus berbiaya tinggi.

Ketua Sinode GKI, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., menegaskan dukungan penuh terhadap program ini. “Sesuai dengan tema pelayanan GKI Sinode Tahun 2026 tentang ‘Kepedulian’, Sinode GKI tetap mendukung program Bahasa Inggris yang sudah berjalan di 14 klasis di Tanah Papua dan penambahan kelas pada kurang lebih 4 klasis pada tahun 2026. Walaupun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, kami berkomitmen untuk tetap mendukung program tersebut,” tegasnya.

Sinode GKI juga akan mendorong setiap klasis untuk aktif mempromosikan kursus Bahasa Inggris dan mengajak anak-anak Papua dari kategori SD, SMP, SMA hingga tingkat umum untuk berpartisipasi. Selain itu, Sinode mengapresiasi rencana strategis YMHP dalam memperkenalkan program WHV sebagai peluang baru bagi generasi muda Papua untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, khususnya di Australia.

Mewakili Black Pearl Network Australia, Arthur Ross Gobby menyampaikan dukungan dari Uniting Church in Australia, khususnya di Australia Barat. “Once we start, we never stop (sekali kami memulainya, kami tidak akan berhenti),” ungkapnya, menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Papua.

Yayasan Mutiara Hitam Papua bersama Sinode GKI berkomitmen membangun generasi Papua yang lebih siap menghadapi persaingan global, dengan Bahasa Inggris sebagai pintu masuk utama menuju kesempatan pendidikan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih cerah.