DENPASAR – Fred Bundah Dimara menjalin kerja sama dengan Indonesia Australia Language Foundation (IALF) untuk menyelenggarakan pelatihan bagi staf BPPF dan BPEA. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bersama perwakilan IALF, Caroline dan David, pada Kamis (2/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan Papua Tengah yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

Dalam pertemuan itu, IALF menyatakan kesediaannya menggelar pelatihan selama satu minggu bagi staf kedua lembaga. Pelatihan direncanakan berlangsung pada April mendatang, sementara tanggal pelaksanaannya akan ditetapkan setelah naskah kesepakatan kerja sama rampung.

Sebagai provinsi yang masih berusia muda, Papua Tengah membutuhkan aparatur yang cakap, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kerja sama dengan lembaga pendidikan berpengalaman seperti IALF dinilai sebagai cara efektif untuk mempercepat peningkatan kapasitas tersebut, terutama dalam hal kemampuan bahasa, komunikasi, dan pengembangan profesional.


Pelatihan Berbasis Kebutuhan

Agar pelatihan tepat sasaran, IALF meminta pihak BPPF dan BPEA menyampaikan data jumlah peserta serta rincian keterampilan dan pengetahuan yang diharapkan. Data ini akan menjadi acuan dalam merancang materi dan metode pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan lembaga.

Fred menjelaskan, draf yang memuat daftar calon peserta dan kompetensi yang ditargetkan akan disusun selama kunjungan kerjanya ke Nabire. Pendekatan ini menegaskan bahwa program pengembangan SDM tidak disusun secara seragam, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Pihaknya juga telah menyiapkan proposal dukungan agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Generasi Muda sebagai Potensi Daerah

Usai pertemuan, Fred berkesempatan berbicara di hadapan para pelajar asal Papua Tengah yang tengah mengikuti kelas intensif Bahasa Inggris Akademik di IALF. Para pelajar tersebut sedang mempersiapkan kemampuan bahasa sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kehadiran para pelajar ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda Papua Tengah. Dengan bekal pendidikan yang baik, mereka diharapkan kelak kembali dan berkontribusi dalam mengelola kekayaan alam, budaya, dan peluang pembangunan yang dimiliki daerah. Dalam kesempatan itu, Fred berbagi pengalaman sekaligus memotivasi para pelajar agar memanfaatkan program yang tersedia dengan sebaik-baiknya.


Kerja sama dengan IALF ini mencerminkan komitmen untuk membangun Papua Tengah melalui investasi pada manusianya, baik aparatur yang kini bertugas maupun generasi muda yang akan meneruskan pembangunan. Perkembangan lebih lanjut terkait pelaksanaan pelatihan akan disampaikan kemudian.